My Bright Future

Showing posts with label My Bright Future. Show all posts. The posts are listed in chronological order. Click the post title to read more.

Saturday, June 30, 2012 in , ,

Perbankan (Rangkuman)


Memiliki rekening pada bank merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang di jaman sekarang. Untuk membuka rekening bank dalam bentuk tabungan di negaraIndonesia terbilang cukup mudah dengan terlebih dahulu kita mempersiapkan persyaratan yang yang diperlukan untuk membuka rekening baru. Syarat-syarat umum yang diperlukan dalam pembukaan rekening baru adalah :
- KTP / SIM / Kartu Pelajar / bukti identitas lainnya
- Membawa uang setoran awal sesuai aturan yang ditetapkan bank
- Membayar biaya yang telah ditentukan oleh pihak bank
- Tanda tangan sesuai kartu identitas
Kemudian Setelah kita mempersiapkan persyaratan yang secara umum yang diminta oleh pihak bank kemudian kita mendatangi bank yang akan kita buat tabungan. Kemudian pilihlah bank yang baik dan terbukti bagus oleh masyarakat.
Setelah semua urusan administratif selesai, maka kita nanti akan mendapatkan buku tabungan dan diharuskan menyetor uang setoran awal secara tunai di kasir bank. Beberapa bank akan membebani anda dengan biaya lain seperti biaya materai dan sebagainya tetapi biasanya hanya sebatas materai
Setelah memiliki rekening, nasabah dapat memulai aktivitas menabungnya.
 Selanjutnya dalam melakukan penyetoran tabungan dapat dilakukan dengan secara tunai, kliring, atau pun dengan pemindah bukuan. Sedangkan penarikan tabungan dapat dilakukan dengan tunai, kliring, pemindahbukuan ataupun dengan pengambilan tunai melalu mesin ATM (Automated Teller Machine). Dalam penarikan atau penyetoran tabungan yang dilakukan melalui rekening antar kantor (RAK) atau rekening antar cabang (RAC) yang belum secara online maka akan melalui proses-proses seperti berikut :
ü      Dalam melakukan transaksi penarikan, kantor cabang penarik harus melakukan konfirmasi kepada kantor cabang penarik yaitu kantor dimana rekening berada hal ini dilakukan untuk memperoleh kepastian akan kecukupan atas saldo tersebut.
ü      Dalam proses konfirmasi harus dilakukan dengan mengirimkan slip penarikan tabungan yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang melalui media faximile atau media lainya.
ü      Proses penarikan antar kantor cabang offline dimana saldo penabung mencukupi, kantor cabang tertarik harus melakukan pendebetan terhadap rekening yang bersangkutan terlebih dahulu sebelum melakukan konfirmasi kecukupan saldo kepada kantor cabang penarik. Sebagai dokumen transaksi pendebetan ini adalah slip penarikan tabungan yang diterima melalui fax.
Deposito adalah produk simpanan di Bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja atau sesuai dengan jatuh temponya sehingga deposito dikenal juga sebagai tabungan berjangka.  Besarnya minimal pembukaan deposito pada tiap bank bervariasi, tetapi rata-rata saat ini yang paling minimal Rp 10.000.000,-.
Karena adanya jangka waktu tadi maka deposito juga tidak bisa dicairkan setiap saat, tetapi pada saat jatuh tempo saja. Dengan demikian baik kita Anda ingin menambah saldo deposito atau mencairkan deposito hanya bisa dilakukan pada saat jatuh temponya

Denda sebelum jatuh tempo. Jika Anda terpaksa harus mencairkan deposito, biasanya bank akan mengenakan denda penalty pada tiap penarikan dana deposito yang belum jatuh tempo. Besarnya denda penalty juga bervariasi di berbagai bank. Ada yang berupa prosentase dari nilai deposito pada saat di cairkan (pokok + bunga), atau berupa prosentase dari nilai pokok depositonya saja.

in , ,

Deposito Pada Bank


Deposito adalah produk simpanan di Bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja atau sesuai dengan jatuh temponya sehingga deposito dikenal juga sebagai tabungan berjangka. Sebagaimana layaknya tabungan yang sudah memasyarakat, deposito juga banyak dipilih orang sebagai alternatif lain dalam menyimpan uangnya.
Walaupun deposito adalah tabungan juga tetapi mempunyai perberbedaan dari tabungan biasa, antara lain:
Setoran minimal. Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal penempatan deposito lebih besar, sehingga Anda harus punya uang lebih banyak untuk membuka deposito. Besarnya minimal pembukaan deposito pada tiap bank bervariasi, tetapi rata-rata saat ini yang paling minimal Rp 10.000.000,-.
Memiliki jangka waktu. Penempatan deposito mengharuskan adanya pengendapan dana selama jangka waktu tertentu yang dapat dipilih oleh nasabahnya yaitu 1,3,6,atau 12 bulan. Karena itu jika Anda ingin menambah jumlah saldo deposito hal itu tidak dapat dilakukan setiap saat.

Begitu juga jika Anda membutuhkan uang kemudian ingin mencairkan dana pada deposito. Karena adanya jangka waktu tadi maka deposito juga tidak bisa dicairkan setiap saat, tetapi pada saat jatuh tempo saja. Dengan demikian baik kita Anda ingin menambah saldo deposito atau mencairkan deposito hanya bisa dilakukan pada saat jatuh temponya

Denda sebelum jatuh tempo. Jika Anda terpaksa harus mencairkan deposito, biasanya bank akan mengenakan denda penalty pada tiap penarikan dana deposito yang belum jatuh tempo. Besarnya denda penalty juga bervariasi di berbagai bank. Ada yang berupa prosentase dari nilai deposito pada saat di cairkan (pokok + bunga), atau berupa prosentase dari nilai pokok depositonya saja.

Bunga deposito. Bunga deposito selalu lebih besar dari bunga tabungan sehingga otomatis dana Anda pun akan berkembang lebih cepat. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito, sehingga deposito lebih cocok dijadikan sarana investasi dibandingkan tabungan

Risiko rendah. Walaupun tingkat suku bunga deposito lebih tinggi dari tabungan maupun giro, namun karena masih sama-sama produk simpanan di bank maka deposito bisa dogolongkan produk simpanan berisiko rendah.
Biaya administrasi dan pajak. Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan. Tidak seperti tabungan dan giro yang dikenakan biaya administrasi bulanan. Walupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari hasil bunga deposito saja tidak termasuk pokok.
Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

Saturday, April 28, 2012 in , ,

My Dreams

Everyone has favorite vehicle, and me too. I love something bold and elegance. Simply but not as simple as my words. Best design, best color, and best price exactly. I have two candidates for: motorcycle and car(each one) not only favorite, but also I want to make 2 candidates become my own :*. Something unique and old, I love it
1. Vespa LX 150

I love that design, color but not for the price, hihihii Piaggio set the price for my unyuthings is about Rp 26.000.000. Fantastic price right? But worth to place on my terrace ;)

2. New VW Beetle 2011


VW is a great brand from Germany, Volkswagen. This is new revolution from the previous version with the same type called beetle. But from many sources that I've to read, this 'frog' has become 'prince'  and for the machine, of course better than previous, design elegant, bold, unyuuu, but meaningful price. I still don't know the price for my unyuthings, hope I could parking you in my garage in the future :3 amin.



Sunday, April 22, 2012 in ,

Diagram W/O dan JSD

Warnier/Orr
W/O adalah metodologi yang dikembangkan oleh Jean Doimininique Warnier pada awal tahun 1970-an dan dikembangkan lebih lanjut oleh Ken Orr. W/O mirip dengan hierarchy chart yang dibuat secara vertikal dan dikembangkan secara horisontal.
Operator dalam W/O














Gambar 2.7. Warnier/Orr
Simbol    Arti











JSD (Jacson’s System Development)
Dikembangkan oleh Michael Jacson pada tahun 1975 sebagai alat pengembangan software dan pada tahun 1983 sebagai alat pengembangan SI. JSD dimulai dengan membangun model dari dunia nyata yang menyediakan subjek-subjek permasalahan, kemudian ditambahkan fungsi dari sistem.

Dunia nyata digambarkan dalam bentuk urutan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. Dunia nyata di intrepetasikan dalam bentuk entitas dan aksi. Misalnya untuk sistem dalam sebuah bank, maka entitas diantaranya adalah nasabah, sedangkan aksinya antara lain membuka rekening, mengambil dana, mengisi dana, atau berhenti sebagai nasabah.

JSD memiliki enam langkah pengembangan sistem, yaitu:
1.    Entity Action Step.
2.    Entity Struture Step.
3.    Initial Model Step.
4.    Function Step.
5.    System Timing Step.
6.    Implementation Step



in ,

Diagram SADT

SADT (Structured Analisys and Design Techniques)
SADT adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh D. T. Ross pada tahun 1969 – 1973. SADT memandang suatu sistem terdiri dari dua hal yaitu objek dan kejadian. Yang termasuk kedalam objek suatu sistem informasi adalah data atau dokumen, dan yang termasuk kejadian adalah kegiatan yang dilakukan manusia, mesin, atau software. Untuk menggambarkan dua hal tersebut digunakan diagram yang berbeda, yaitu:
1.    Diagram Data
2.    Diagram Kegiatan



Gambar 2.6. SADT

SADT sebagai metode terstruktur juga mengatur konsep Dekomposisi, dengan pendekatan top-down, yaitu melalui penggambaran sistem secara utuh (whole system) sebagai tingkat tertinggi (top level) dan kemudian memecahnya secara rinci.
a. Keunggulan SADT
1.    Mudah dipelajari.
2.    Merupakan alat yang baik untuk komunikasi antara analis sistem dan user.
3.    Hasil analisis dan desain memiliki dokumentasi yang baik.
4.    Hasil yang diperoleh dari analis berbeda relatif mirip.

b. Kelemahan SADT
1.    Membutuhkan waktu dan personil yang lebih banyak.
2.    Metode ini baik untuk analisis dan desain secara umum, sedangkan untuk tahap desain secara rinci dapat digunakan alat dari metode yang lain.
3.    Proses dalam modul tidak digambarkan.
4.    Efektivitas metode ini dipengaruhi oleh tingkat keahlian dan pengalaman analis.

in ,

Diagram DFD

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas. Atau DFD bisa juga dikatakan sebagai suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
DFD terdiri dari context diagram dan diagram rinci (DFD Levelled). Context diagram berfungsi memetakan model lingkungan (menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan dan keluaran sistem), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. DFD levelled menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data, model ini hanya memodelkan sistem dari sudut pandang fungsi.
Berikut ini merupakan simbol-simbol yang biasa digunakan di DFD :

simbol dfd

Terminal/Entity
Terminator atau entity mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya. Terminator dapat juga berupa departemen, divisi atau sistem di luar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan.
Komponen ini perlu diberi nama sesuai dengan dunia luar yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dibuat modelnya, dan biasanya menggunakan kata benda, misalnya Bagian Penjualan, Dosen, Mahasiswa.

Proses
Merupakan Merupakan kegiatan kegiatan atau atau pekerjaan pekerjaan yang yang dilakukan dilakukan oleh oleh orang orang atau atau mesin mesin komputer komputer, dimana dimana aliran aliran data data masuk masuk, ditranformasikan ditranformasikan ke ke aliran aliran data data keluar.

Data Store
Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file harddisk, file pita magnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder, dan agenda. Data store diberi nama sesuai dengan nama file penyimpanannya misalnya mahasiswa, matakuliah, dosen, dataregistrasi, dll.

Alur Data
Suatu data flow / alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.

Contoh DFD :
Contoh 1 :

diagram dfd



















Contoh 2 :
dokter

in ,

Diagram HIPO

HIPO (Hierarchy Plus Input-Proses-Output)
- Merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM.
- Sebenarnya merupakan alat dokumentasi program.
- Sekarang banyak digunakan sebagai alat disain dan teknik dokumentasi dalam
siklus pengembangan sistem
- Berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul didalam sistem digambarkan oleh
fungsi utamanya
Sasaran HIPO
1. Untuk menyediakan suatu struktur guna memahami fungsi-fungsi dari sistem
2. Untuk lebih menekankan fungsi-fungsi yang harus diselesaikan oleh program,
bukannya menunjukkan perintah-perintah program yang digunakan untuk
melaksanakan fungsi tersebut
3. Untuk menyediakan penjelasan yang jelas dari input yang harus digunakan dan
output yang harus dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap-tiap tingkatan
dari diagram-diagram HIPO
4. Untuk menyediakan output yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan
pemakai
Diagram dalam Paket HIPO
- Fungsi-fungsi dari sistem digambarkan oleh HIPO dalam tiga tingkatan. Untuk
masing-masing tingkatan digambarkan dalam bentuk diagram tersendiri. Dengan
demikian HIPO menggunakan tiga macam diagram untuk masing-masing
tingkatannya, yaitu :
I. Visual Table Of Contents (VTOC)
Diagram ini menggambarkan hubungan dari fungsi-fungsi secara berjenjang
 
Gambar N.1. VTOC
- Gambar N.1 menunjukkan ada 7 buah fungsi didalam sistem
- Fungsi dengan nomor 1.0, 2.0, 3.0 merupakan tingkatan yang tertinggi
- Fungsi 2.1 dan 2.2 merupakan fungsi dibawah fungsi 2.0
- Fungsi 2.2.1 dan 2.2.2 merupakan fungsi dibawah fungsi 2.2
II. Overview Diagram
- Menunjukkan secara garis besar hubungan dari input, proses dan output
- Bagian input menunjukkan item-item data yang akan digunakan oleh bagian
proses
- Bagian proses berisi sejumlah langkah-langkah yang menggambarkan kerja dari
fungsi
- Bagian output berisi dengan item-item data yang dihasilkan atau dimodifikasi oleh
langkah-langkah proses


Gambar N.3. Overview diagram untuk fungsi 1.0 (merekamkan data penjualan)
III. Detail Diagrams
- Merupakan diagram tingkatan yang paling rendah di diagram HIPO
- Diagram ini berisi dengan elemen-elemen dasar dari paket yang menggambarkansecara rinci kerja dari fungsi

Gambar N.4. Detail diagram untuk fungsi 1.1 (memasukkan data penjualan)
Variasi dari Diagram HIPO
- VTOC dari paket HIPO disebut juga dengan hierarchy diagram atau hierarchy
chart.
- Overview diagram dan detail diagram dari paket HIPO sering disebut sebagai IPO
- hierarchy chart 􀃆 sebagai pengganti dapat pula digunakan bagan terstruktur
(structure chart) utk menggambarkan fungsi-fungsi dari sistem secara berjenjang
- Input dan Output utk diagram IPO dapat dilihat dari bagan terstrukturnya dan
Proses di diagram IPO dapat digambarkan dengan menggunakan structured
english atau pseudocode